Rabu, 13 April 2011

Open Source GIMP


OPEN SOURCE

Open source software adalah istilah yang digunakan untuk software yang membuka/membebaskan source codenya untuk dilihat oleh orang lain dan membiarkan orang lain mengetahui cara kerja software tersebut dan sekaligus memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada pada software tersebut. Dan yang menarik dan salah satu keeunggulannya adalah bahwa Open source software dapat diperoleh dan digunakan secara gratis tanpa perlu membayar lisensi. Biasanya orang mendapatkan software ini dari internet. Salah satu open source software multimedia yang terkenal, yaitu GIMP

Mengapa Menggunakan Open Source Software?

Mengapa harus menggunakan perangkat lunak open source? Dalam pekerjaan sehari-hari dengan komputer, kita mungkin sering menggunakan beberapa perangkat lunak komersial yang sudah terkenal seperti Microsoft Windows sebagai sistem operasi, Microsoft Office sebagai aplikasi perkantoran, Adobe Photoshop dan Corel Draw sebagai aplikasi untuk desain dan gambar, Microsoft Visio sebagai aplikasi untuk membuat diagram, Microsoft Outlook untuk membaca dan menerima e-mail ataupun Microsoft Project sebagai aplikasi untuk melakukan manajemen proyek. Namun tahukah Anda, bahwa perangkat lunak yang disebutkan tadi memiliki harga lisensi satuan dari ratusan hingga ribuan dolar AS per perangkat lunak? Jika Anda menginvestasikan uang Anda untuk membeli beberapa perangkat lunak asli tersebut ke dalam komputer, tentu Anda harus mengeluarkan biaya ribuan dolar AS untuk sebuah komputer. Tentu Anda juga tidak ingin melanggar hukum dengan menggunakan perangkat lunak ilegal bukan? Karena itulah tersedia berbagai ragam perangkat lunak open source yang dapat diunduh secara gratis dan disebarluaskan dengan bebas. Selain itu, karena dibangun oleh suatu komunitas yang saling bertukar informasi di seluruh dunia, perangkat lunak jenis ini berkembang dengan cukup baik.


GIMP adalah salah satu aplikasi editor grafis favorit para desainer. Aplikasi ini memiliki tiga ciri utama yang membuat popularitasnya menanjak, yaitu freeware, opensource dan multi-platform (tersedia versi Windows, Mac dan Linux). Dilengkapi dengan fitur yang beraneka ragam, seperti ketersediaan plugin, filter, dan brush yang bertebaran di internet dari komunitas pendukung GIMP. GIMP sampai saat ini belum menjadi aplikasi yang bisa menggantikan aplikasi populer semacam Photoshop, tapi dari hari-ke hari pengembangan dari versi GIMP selanjutnya lebih mendekati tampilan maupun fungsi dari Photoshop. Anda bisa menggunakan aplikasi ini untuk membuat desain grafis, membuat logo, mengedit foto dan juga membuat animasi sederhana (memakai plugin GAP (GIMP Animation Package). Tapi, tetap saja banyak orang yang tidak familiar dengan aplikasi opensource ini, cara penggunaan yang berbeda membuat banyak orang sulit beralih dari Photoshop yang berbayar dan mahal.

Menginstal Plugin, Brush, dan Filter

Sebelumnya Anda mesti mengetahui bagaimana cara untuk menginstal add-ons. Caranya sangat mudah dan tidak memakan banyak waktu. Pertama Anda harus menemukan lokasi di mana folder file GIMP disimpan. Lokasinya bergantung pada sistem operasi apa yang Anda gunakan:

* Windows: folder terletak di C:/Programs/GIMP
* Mac: klik kanan dan pilih application folder
* Linux: tekan Ctrl + H dibagian folder Home untuk menampilkan folder .gimp yang tersembunyi.

Untuk menginstal plugin, brush, atau filter, cukup salin dan paste ke dalam folder yang tepat dan restart GIMP. Window GIMP
GIMP secara default memiliki tiga window (lihat screenshot), window tersebut adalah:




1. Main Toolbox. Window ini berfungsi sebagai tempat beradanya tool-tool untuk pengeditan gambar plus menu utama GIMP.
2. Tool options. Subwindow ini berfungsi sebagai properti dari tool yang dipilih.
3. Image Window. Window ini berfungsi untuk kanvas tempat pengeditan gambar. Setiap gambar di GIMP akan dibuka dengan window yang berbeda.
4. Layers dialog. Kotak dialog ini berfungsi sebagai penunjuk dan pemanipulasi struktur layer.
5. Brushes/Patterns/Gradients dialog. Kotak dialog ini berfungsi untuk memanage brush, pattern, dan gradien.

Di Main Toolbox, terdapat menu utama GIMP, toolbox, dan foreground/background color picker.

Menu utama GIMP

File : berisi semua fungsi yang berhubungan dengan file dan preferences GIMP
Xtns : berisi semua fungsi yang kaitannya dengan add-on, plugin, dan extras di GIMP
Help : berisi menu help dan about

Toolbox GIMP
Untuk toolbox, silahkan lihat nomornya di gambar



1. Rectangle Selection Tool. Tool ini berfungsi untuk menselect di active layer dengan bentuk persegi. Shortcut: R
2. Ellipse Selection Tool. Tool ini berfungsi untuk menselect di active layer dengan bentuk elips. Shortcut: E
3. Free Selection Tool. Tool ini berfungsi untuk menselect di active layer dengan bentuk gambar freehand. Shortcut: F
4. Fuzzy Selection Tool. Tool ini berfungsi untuk menselect area dengan warna yang sama, namun hanya di area di mana warna itu dipilih (tidak seluruh area di gambar). Shortcut: Z
5. Select by Color Tool. Tool ini berfungsi untuk menselect area dengan warna yang sama yang berada di area gambar. Shortcut: Shift+Ctrl+C
6. Intelligent Scissors Tool. Tool ini berfungsi untuk menselect area berdasarkan perubahan warna yang signifikan di setiap sisi gambar. Tool ini hampir sama dengan Magnet Lasso Tool di Photoshop. Shortcut: L
7. Foreground Select Tool. Tool ini berfungsi untuk mengekstrak foreground dari active layer atau dari selection. Shortcut: none
8. Path Tool. Tool ini berfungsi untuk membuat selection yang kompleks (bezier curves). Shortcut: B
9. Color Picker Tool: Tool ini berfungsi untuk memilih warna dari active layer. Shortcut: O
10. Magnify Tool: Tool ini berfungsi untuk mengubah tingkatan zoom dari image. Shortcut: Z
11. Measure Tool: Tool ini berfungsi untuk mengukur jarak antarpixel. Shortcut: Shift+M.

cukup sebelas duluu ja yaa....hehehee....


http://pusatstudi.gunadarma.ac.id/pscitra
sumber :
http://kumpulan.info/tech/artikel-teknologi/42-artikel/132-gunakan-perangkat-lunak-open-source.html
http://xandsmmer.blogspot.com/2009/01/tutorial-dasar-gimp-part-2.html

Rabu, 06 April 2011

Cloud Computing

Kelompok :
  1. Awaludin Noor Ikhsan
  2. Ayu Arifiani
  3. M.zainal Fajar
  4. Moch. Hasyim Wijaya
  5. Nuthriana Dwi Fatmawati

CLOUD COMPUTING


Cloud computing dalam sejarahnya bukanlah hal yang baru. Beberapa contoh dari sejarah membuktikan bahwa telah berkembang konsep pembuatan kerangka kerja komputasi secara online tersebut - sebagai berikut :
  1. Sebuah portal internet yang memiliki berbagai fasilitas layanan umum (aplikasi) mulai dari surat elektronik (e-mail), forum diskusi (web forum) sampai dengan penyimpanan dokumen dengan media penyimpanan yang sangat luas (bahkan ada beberapa yang menyediakan dalam kapasitas tanpa batas/unlimited storage space) - sampai pada mekanisme berbagi dokumen (file sharing), layanan blog dsb. Kesemuanya disediakan dalam sebuah tempat.
  2. Layanan Software as a Service atau SaaS dari berbagai vendor teknologi informasi terkemuka - mulai dari layanan pemindaian virus secara online hingga layanan pemindaian spam, dsb.
  3. Layanan SpeedyWiki ini secara sederhana dapat dirujuk sebagai dasar-dasar Cloud computing dalam artian fasilitas SpeedyWiki ini dapat diakses dan dipergunakan secara bersamaan untuk berkolaborasi dalam menyusun dokumentasi yang sangat kompleks.
  4. Aplikasi Point of Sale atau POS pada kasir pasar swalayan dengan metode Terminal Service juga dapat dikategorikan dasar-dasar Cloud Computing.

Cloud computing secara kata bila diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia dapat berbunyi "Komputasi di Awan", namun sampai saat sekarang ini "mungkin" belum memiliki definisi ilmiah ataupun pengartian pokok yang jelas kecuali sebuah konsep pemahaman dalam rangka pembuatan kerangka kerja komputasi secara online lokal (LAN) maupun global (internet) dimana terdapat beragam aplikasi maupun data (berkas atau file) dan media penyimpanan (storage) yang dapat diakses dan digunakan secara berbagi (shared service) dan bersamaan (simultaneous access) oleh para pengguna yang beragam - mulai dari perseorangan sampai kepada kelas pengguna korporasi (atau perusahaan).
Cloud computing berbeda dengan Grid computing atau Paralel Computing, dimana Grid computing dan Paralel computing adalah lebih merupakan sebuah bagian dari prasarana fisik bagi penyediaan konsep Cloud computing.
Grid computing muncul untuk menyatukan banyak CPU yang bekerja secara pararel untuk menyelesaikan suatu pekerjaan tertentu. Integrasi CPU ini bisa saja dilakukan dalam sebuah network lokal atau internetworking yang tersebar di seluruh dunia.

Cloud Computing dalam Bahasa Hacker

Server konvensional terdapat pemabatasan oleh jumlah core processor, harddisk dan memory. Dengan keterbatasan fisik yang ada maka kita tidak mungkin membebani sebuah server konvensional dengan beban maksimal. Jika resource / sumber daya habis, maka biasanya kita harus menginstall ulang seluruh aplikasi dan data di server yang kapasitasnya lebih besar dan memigrasi semua aplikasi yang ada ke server yang baru. Ini akan membutuhkan waktu 1-2 hari untuk menyiapkan sebuah server baru, itupun kalau tidak ada masalah. Yang menarik dari Cloud Computing berbeda dengan server konvensional terutama
  • Secara fisik berupa kumpulan hardware / server yang tersambung dalam sebuah jaringan (LAN / WAN). Tetapi dari sisi, pengguna dapat melihat sebagai sebuah komputer besar.
  • Tidak ada batasan dengan kapasitas processor, kapasitas harddisk dan kapasitas memory.
  • Tidak ada batasan dengan berapa jumlah "hosting" server yang berjalan di belakangnya.
  • Menambahkan sebuah "hosting" hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja.
  • Jika ada kekurangan resource (sumber daya), baik itu processor, harddisk maupun memory, kita dapat dengan mudah sekali menambahkan server tambahan dan langsung dapat berintegrasi ke jaringan cloud. Butuh waktu sekitar 20 menit-an untuk menyiapkan server kosong / baru untuk dapat berintegrasi ke jaringan cloud.
Mekanisme Akses Cloud Computing

Mekanisme akses ke cloud computing "mungkin" dapat dijalankan secara beraneka ragam - mulai dari akses standar LAN maupun intranet dengan sedikit aplikasi agen atau klien, sampai kepada akses extranet dan internet melalui browser yang terhubung ke sebuah portal aplikasi dari penyedia layanan cloud computing. Protokol aplikasi yang digunakan pun dapat beragam, tetapi hal ini tidaklah terlalu signifikan bila dilihat dari sisi pengguna akhir (baca : transparan), dimana pengguna akhir cukup mengetahui bagaimana cara mengakses dan mempergunakan jasa layanan yang terdapat pada Cloud computing.
Ada beberapa keuntungan yang dapat dilihat dari perkembangan Cloud Computing ini, seperti
  1. Lebih efisien karena menggunakan anggaran yang rendah untuk sumber daya2.
  2. Membuat lebih eglity, dengan mudah dapat berorientasi pada profit dan perkembangan yang cepat
  3. Membuat operasional dan manajemen lebih mudah, dimungkinkan karena sistem pribadi atau perusahaan yang terkoneksi dalam satu cloud dapat dimonitor dan diatur dengan mudah
  4. Menjadikan koloborasi yang terpecaya dan lebih ramping
  5. reliability dan kritikal sistem informasi yang kita bangun.Membantu dalam menekan biaya operasi biaya modal pada saat kita meningkatkan Struktur Cloud.

Sumber :
http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/Cloud_Computing

Open Source Winamp

OPEN SOURCE WINAMP

Open source software adalah istilah yang digunakan untuk software yang membuka/membebaskan source codenya untuk dilihat oleh orang lain dan membiarkan orang lain mengetahui cara kerja software tersebut dan sekaligus memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada pada software tersebut. Dan yang menarik dan salah satu keeunggulannya adalah bahwa Open source software dapat diperoleh dan digunakan secara gratis tanpa perlu membayar lisensi. Banyak software open source multimedia yang beredar seperti jetaudio,media monkey dan masih bnyak lagi kali nin saya akn menjelaskan Salah satu open source software multimedia yang terkenal, yaitu Winamp.

Sejarah Singkat Winamp

Winamp merupakan open source software yg dibuat oleh Nullsoft, yang kini anak syarikat Time Warner. Winamp merupakan software multimedia pemutar audio dan juga video yg dapat diubah tampilannya. Winamp pertama kali dikeluarkan oleh Justin Frankel pada tahun 1996. Penghargaan bagi pembangunan semasa Winamp diberi kepada Ben Allison (benski), Will Fisher, Taber Buhl, Maksim Tyrtyshny, Chris Edwards dan Stephen (Tag) Loomis. Pada tahun 2005 pengguna Winamp naik dari 33 juta ke lebih 57 juta, menjadikannya pemain media yang kedua paling aktif digunakan seluruh dunia, hanya mengekori Windows Media Player.

Cara instalasi Winamp

1. Download software winamp terlebih dahulu.Jika sudah ada buka dan jalankan file exsekusinya.
2. Kemudian mulai instal dan anda dimintai untuk memilih bahasa,klik ok untuk memilih

3. Klik next untuk melanjutkan instalasi

4. Pada halaman License Agreement,klik I Agree untuk menyetujui license yang diberikan

5. Pada langkah berikutnya anda diminta untuk menentukan lokasi penyimpanan instalasi program winamp.Tentukan lokasinya dan klik Next

6. Selanjutnya ditampilkan tipe instalasi,pilih full atau pilih komponen yang akan disertakan dalam instalasi.Klik next untuk melanjutkan instalasi

7. Pada halaman Choose Start Options,pilih komponen yang akan diikutkan dalam instalasi dan klik next untuk melanjutkan

8. Selanjutnya proses instalasi akan dijalankan,tunggu hingga proses instalasi selesai
9. Setelah proses instalasi selesai,klik finish

10. Setelah itu anda diminta untuk memilih skin.
Contoh “New Bento Skin”
klik next lalu finish

11. Setelah proses instalasi sudah selesai,program winamp yang sudah diinstal akan dijalankan dan program ini sudah bisa mulai digunakan.



















http://pusatstudi.gunadarma.ac.id/pscitra/

Sumber :
http://ms.wikipedia.org/wiki/Winamp
http://www.scribd.com/doc/2459406/Opensourcesoftware-alternatif
http://wwwphida.blogspot.com/2009/08/langkah-langkah-menginstal-winamp-555.html
SeMaNgAT!! © 2008 Template by:
SkinCorner