Selasa, 26 Oktober 2010

Perusahaan IT

Latar Belakang

IIX(Indonesia Internet Exchange)

Pertumbuhan jaringan internet di Indonesia, sekalipun masih dalam tahap awal dan belum memasyarakat seperti halnya di negara-negara maju, menunjukkan trend yang sangat positif. Potensi penggunanya yang begitu besar dari penduduk Indonesia yang pada saat ini (Juli 1997) berjumlah sekitar 200 juta jiwa tidak dapat diabaikan begitu saja. Pemerintah telah mengeluarkan 41 ijin prinsinp kepada berbagai perusahaan yang berminat untuk menyelenggarakan jasa internet ini.
Untuk mengembangkan pasar yang besar ini, salah satu prasyarat adalah dibentuknya suatu interkoneksi nasional antar penyelenggara jasa internet (PJI) di Indonesia, sehingga pelanggan dari satu PJI dapat dengan mudah dan murah berkomunikasi dengan pelanggan PJI yang lain yang berada di Indonesia. Tanpa adanya interkoneksi nasional ini, kecepatan lalu lintas informasi antar PJI di Indonesia akan sepenuhnya tergantung pada interkoneksi internet di luar negeri, yang tidak sepenuhnya dapat dikendalikan oleh PJI Indonesia.
Dengan adanya tulang punggung lalu lintas informasi nasional yang pengembangannya dapat dikelola oleh PJI Indonesia, berbagai manfaat yang dapat diperoleh antara lain:
• Merupakan jalur yang relatif lebih murah dibandingkan dengan menggunakan tulang punggung jaringan internet di negara lain (yang tentunya ingin mengambil keuntungan dari penggunaan fasilitasnya).

• Lebar pita (bandwidth) yang tinggi antar PJI Indonesia akan memberikan insentif bagi penyedia informasi (content provider) menempatkan asis datanya di Indonesia, baik bagi penyedia informasi local maupun internasional.

• Interkoneisi nasional ini dpat dimanfaatkan untuk layanan-layanan bafu yang membutuhkan lebar pita yang tinggi, yang mungkin dapat direalisir apabila mengandalkan interkoneksi melalui negara lain yang biayanya relatif tinggi.

Pada saat ini konektifitas PJI ke internet melalui INP Indosat, sebagian melalui
INP Satelindo, sebagian terhubung langsung super ISP di luar negeri. Secara teknis sudah ada interkoneksi antar pelanggan INP Indosat melalui Indosat dan antar pelanggan INP Satelindo melalui Satelindo. Meski demikian beluma ada inisiatif untuk membuat interkoneksi nsaional.

Untuk membentuk interkoneksi nasioanl ini, APJII berinisiatif meluncurkan program Indonesia Internet Exchange (IIX), yang diharapkan dapat dijadikan titik awal pengembangan lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan internet di Indonesia.

Indonesia Internet Exchange

Tidak seperti di mancanegara, akses internet di Indonesia memiliki perbedaan signifikan dalam hal infrastruktur. Jika di luar negeri orang berlangganan akses internet ke sebuah ISP maka konsepnya hanya satu yaitu mengakses jaringan global. Lain halnya di Indonesia dengan keterbatasan infrastruktur content dalam negeri seolah-olah terpisah dari content global. Semua ini terjadi karena kurangnya infrastruktur yang terpadu di tingkat nasional atau antar wilayah.

Indonesia Internet Exchange (IIX) dibentuk oleh APJII di mana pada awalnya adalah upaya yang bersifat charity dan voluntir. Upaya ini dimaksudkan untuk menyatukan trafik antar ISP di Indonesia sehingga tidak perlu transit ke luar negeri, di mana setiap ISP memiliki link internet masing-masing (ada yang ke Singapura, Hongkong, Jepang, Hawai’i, dan bahkan Eropa).

Tanpa terasa dan cenderung diabaikan oleh para pelaku internet, IIX sudah menjadi tulang punggung Internet Indonesia, meskipun masih sebatas trafik antar ISP. Content lokal kini semakin banyak, dari portal hingga game online, komunikasi bergerak, bahkan hingga pertukaran data yang besar seperti mirror-mirror software Open Source. Tahun lalu –setelah APJII mendapat authorisasi sebagai National Internet Registry (NIR) dari APNIC– beban trafik DNS ke ROOT SERVER di luar negeri mulai dikurangi dengan pemasangan mirror F-ROOT server di jaringan IIX.

Salah satu program hasil Munas bulan Mei lalu adalah upaya menjadikan IIX sebagai managed services, termasuk kebutuhan transit internasional antar ISP. Memang idealnya IIX menjadi hub yang tersambung ke backbone internasional sehingga bisa kita katakan “tersambung ke IIX sama artinya tersambung ke internet global”, namun hal ini masih sulit untuk diimplementasikan karena faktor-faktor non-teknis. Satu keputusan lain yang meng-encourage keterpaduan infrastruktur adalah upaya membentuk Local Internet Exchange di tingkat provinsi atau kota di luar Jakarta yang terpadu dengan IIX (bukan hanya local exchange tapi otomatis sebagai node IIX remote).

Jika kondisi saat ini terus berlangsung, akses internet menjadi senjang bagi ISP-ISP di luar kota Jakarta. Saat ini ISP tersambung ke IIX tanpa biaya bandwidth, biaya yang keluar hanyalah biaya link fisik (Fiber Optik, Wireless ataupun Leased Line) yang berbeda-beda, cukup murah bagi ISP yang berlokasi di Jakarta, tapi sangat mahal bagi ISP di luar Jakarta, apalagi di luar Jawa yang biaya link fisiknya saja jauh lebih mahal daripada link internasional termasuk kapasitas bandwidth langsung melalui satelit ke luar negeri.

Tahun lalu local exchange di luar Jakarta mulai direncanakan, dan pada acara Open Policy Meeting Rabu lalu ditetapkan konsep IIX yang managed service yang termasuk di dalamnya adalah pembentukan remote node IIX di Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Medan, Makassar dan kota-kota lainnya. Keputusan ini tentunya sangat menggembirakan bagi ISP terutama yang beroperasi di luar Jakarta, sebab selain secara teknis jaringan nasional IIX lebih baik juga penekanan biaya yang cukup signifikan (biaya local link tentunya jauh lebih murah daripada intercity link, dan kapasitas seluruh ISP di kota tersebut bisa diagregasi ke dalam satu link ke IIX Jakarta).

Faktor non-teknis yang kadang bisa mengganjal adalah arogansi ISP, saya hanya bisa berharap semua ISP di Bandung (juga di kota-kota lainnya) memiliki niat baik untuk segera mewujudkan Local Internet Exchange, di Bandung yang saat ini sudah mendapat dukungan dari PT Optima dan PT INTI dengan mengambil lokasi NOC di Data Center gedung PT INTI.

Memang ironis ketika beberapa tahun lalu hingga kini sering terdengar orang-orang berbicara tentang Teknologi Informasi, konsep content diseminarkan, jargon-jargon e-business, e-mobile, e-collaboration, e-education, e-government dan e e e lainnya digembar-gemborkan para selebriti internet, pejabat pemerintahan maupun pakar-pakar karbitan sedangkan kebutuhan utama yaitu pipa internet skala nasional diabaikan.

Tujuan IIX(Indonesia Internet Exchange)

Tujuan program IIX adalah membentuk jaringan interkoneksi nasional yang memilikai kemampuan dan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan yang ada, untuk digunakan oleh setiap Penyelenggara Jasa Internet yang memiliki ijin beroperasi di Indonesia.
Pada saat ini program IIX tidak mempunyai tanggal berakhirnya program secara keseluruhan, melainkan dibagi atas tahapan-tahapan yang akan dikembangkan secara terus-menerus.

Sumber :

  • [http://yulian.firdaus.or.id/2005/07/15/iix/ Situs Yulian]

  • [http://www.iix.net.id/?do-latar=tujuan Situs resmi]





klik untuk ke-staffsite Ibu nurul

0 komentar:

Posting Komentar

SeMaNgAT!! © 2008 Template by:
SkinCorner